Kajian atas Banjir di Jakarta,
dalam Perspektif Geokimia, Sedimentologi dan Mineralogi
Oleh: Ratmaya Urip*)
=================
(Source of Picture: Courtesy of google.com)
Puisi Kecik Buat
Jakarta:
Banjir
kembali menyapa Jakarta
Selalu
tak pernah lalai berbekal derita
Selalu
tiba dengan perkasa menggasak tatanan yang ada
Sementara
itu pula hampir sepanjang masa
Jakarta
juga tak pernah lalai menyapa petaka
Kemacetan
selalu enggan pergi yang hampir tak ada celah untuk asa
Kapan
derita ini bertabik mesra dengan julatan sapa bahagia?
Tuk
dahaga akan lenyapnya renjana yang segera sirna?
====================
Pengantar
Banyak
sekali kajian serta analysis tentang banjir di Jakarta, namun rasanya belum ada
yang pernah membahasnya dari Perspektif Geokimia, Sedimentologi dan Mineralogi,
khususnya yang ditulis secara populer, tanpa meninggalkan keilmiahannya. Untuk
itu penulis akan mencoba menyampaikan kajian tentang hal ini sebagai kajian
rintisan.
Musim hujan sering berdampak pada terjadinya banjir, termasuk
banjir bandang, tanah longsor, tanah bergerak, angin puting beliung, dan badai.
Khusus untuk banjir dan tanah
longsor, sangat erat kaitannya dengan aspek tanah, khususnya mekanika tanah,
geokimia, sedimentologi, mineralogi dan kristalografi, bukan hanya masalah
hidrologi, hidrolika, mekanika fluida, morfologi, topografi, klimatologi,
geofisika, meteorologi dan berbagai aspek lain yang telah disampaikan sebagai
bahasan sebelumnya oleh para ahlinya. Kali ini penulis sengaja akan membahasnya
dari perpektif Geokimia, Sedimentologi dan Mineralogi saja.









